Jumat, 14 September 2012

ANATOMI FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL


 

BAB 1
SISTEM MUSCULOSKELETAL
1.1    Sistem Tulang
Di dalam tubuh manusia tersusun rangkaian tulang-tulang yang saling berhubungan dan berkoordinasi satu sama lain dengan fungsi sebagai pemberi bentuk tubuh, penunjang tubuh, pelindung bagian dalam tubuh dan lain-lain. Berikut di bawah ini adalah daftar nama-nama tulang pada tubuh manusia berdasarkan letaknya :
A.       Tengkorak
Bagian kepala
Bagian Muka/Wajah
tulang dahi (os.frontale)
tulang ubun-ubun (os.parientale)
tulang kepala belakang (os.occipetal)
tulang baji (os.spenoidale)
tulang pelipis (os.temporale)
tulang tapis (os.etmoidale)
1 tlg
2 tlg

1 tlg

2 tlg
2 tlg

2 tlg
tulang rahang atas (maxilla)
tulang rahang bawah (mandibula)
tulang pipi (os.zigomaticum)
tulang langit-langit (pallatum)
tulang hidung (os.nasale)
tulang air mata (os.lacrimale)
tulang lidah (os.hyoideum)
2 tlg
2 tlg

2 tlg
2 tlg
2 tlg
2 tlg
1 tlg


A.       Badan
Ruas tulang belakang
tulang leher (vertebrae sevicale)
ruas tulang punggung (vertebrae dorsales)
ruas tulang pinggang (vertebrae lumbales)
ruas tulang kelangkang (os.cacrum)
ruas tulang ekor (vertebrae cocigeus)
7 ruas
12 ruas

5 ruas

5 ruas
4 ruas
Tulang dada (Sternum)
Hulu (manubrium sterni)
Badan (corpus sterni)
Taju pedang (proccesus xyphoideus)

Tulang rusuk (Costae)
tulang rusuk sejati (costa vera)
tulang rusuk palsu (costa sporia)
pasang tulang rusuk melayang (costa fluctuantes)
7 pasang
3 pasang
2 pasang
Tulang gelang bahu
tulang belikat (scapula)
tulang selangka (clavicula)
2 tlg
2 tlg
Tulang gelang panggul
tulang usus (os.ilium)
tulang duduk (os.ichium)
tulang kemaluan (os.pubis)
2 tlg
2 tlg
2 tlg

















A.       Tulang Anggota gerak
Tulang lengan
Tulang tungkai
tulang lengan atas (humerus)
tulang hasta (ulna)
tulang pengumpil (radius)
tulang pergelangan tangan (carpus)
tulang telapak tangan (metacarpus)
tulang jari tangan (phalanges)
2 tlg

2 tlg
2 tlg
2 x 8 tlg

2 x 5 tlg

2 x 14 ruas tlg
tulang paha (femur)
tulang tempurung lutut (patella)
tulang kering (tibia)
tulang betis (fibula)
tulang pergelangan kaki (tarsus)
tulang telapak kaki (metatarsus)
ruas tulang jari kaki (phalanges)
2 tlg
2 tlg

2 tlg
2 tlg
2 x 7 tlg

2 x 5 tlg

2 x 14 ruas tlg




1.1.1   Jenis Tulang
Berdasarkan zat penyusunnya,tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan.
a.    Tulang keras
Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas). Osteoblas menghasilkan sel-sel tulang keras yang disebut osteosit. Osteoblas juga mensekresikan zat-zat interseluler yang tersusun dari serabut kolagen yang akan membentuk matriks tempat garam-garam kalsium didepositkan (ditumpuk). Zat kapur itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat [Ca(PO4)2] yang diperoleh atau dibawa oleh darah.
Selain terdapat osteoblas (pembentuk tulang), terdapat pula osteoklas yang bersifat mengkikis tulang. Osteoklas adalah sel berinti banyak dan berukuran besar. Osteoklas melubangi tulang, yang kemudian dimasuki oleh kapiler darah dan osteoblas baru sehingga terbentuk matriks tulang yang baru. Matriks ini terletak dalam lingkaran membentuk sistem Havers.
b.   Tulang rawan
Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit, yang menghasilkan matriks berupa kondrin. Tulang rawan tidak memiliki serabut saraf dan pembuluh darah yang ada pada membran jaringan ikat di sekitarnya dengan cara difusi. Ruang antarsel tulang rawan terisi banyak serat kolagen dan serat elastik, tetapi sedikit mengandung zat kapur. Oleh sebab itu, tulang rawan bersifat lentur. Kondrosit memiliki ruang yang disebut lakuna. Kondrosit di dalam lakuna menerima nutrien dari kapiler darah melalui difusi, karena kapiler darah tidak dapat masuk ke dalam matriks.
Ada tiga tipe tulang rawan, yaitu hialin, serat dan elastik :
1)        Tulang rawan hialin
Merupakan tipe tulang rawan yang paling banyak terdapat di tubuh manusia. Matriksnya transparan jika dilihat dengan mikroskop. Tulang rawan hialin merupakan penyusun rangka embrio, yang kemudian akan berkembang menjadi tulang keras. Pada individu dewasa, tulang rawan hialin terdapat pada sendi gerak sebagai pelicin permukaan tulang dan sendi, ujung tulang rusuk, hidung, laring, trakea dan bronkus.
2)        Tulang rawan serat
Tulang rawan serat mempunyai matriks berisi berkas serabut kolagen. Karena kandungan matriksnya, tulang rawan serat bersifat kuat dan kaku, serta mampu manahan guncangan. Tulang rawan serat terdapat pada anatrruas tulang belakang dan cakram sendi lutut.
3)        Tulang rawan elastik 
    Tulang rawan elastik mengandung serabut elastik. Tulang rawan ini terdapat pada daun telinga dan epiglotis.









Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
a.    Tulang pipa
Disebut tulang pipa karena bentuknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, bagian tengahnya berlubang. Contohnya tulang lengan, tulang paha, tungkai, dan ruas-ruas tulang jari. Di bagian dalam ujung tulang pipa berisi sumsum merah yang berperan sebagai tempat pembentukan sel darah merah.
Tulang pipa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kedua ujung yang bersendian dengan tulang lain, disebut epifisis, bagian tengah disebut diafisis, dan antara epifisis dan diafisis adalah cakra epifisis.
b.   Tulang pipih
Tulang pipih bentuknya pipih, terdiri atas lempengan tulang kompak dan tulang spons. Didalam tulang pipih terisi sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel darah putih. Contoh tulang pipih adalah tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul, dan tulang dahi.
c.    Tulang pendek
Oleh karena berbentuk bulat dan pendek, tulang pendek sering disebut sebagai ruas tulang. Bagian dalam tulang pendek berisi sumsum merah, yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Contoh, tulang pendek adalah tulang-tulang pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, telapak kaki dan ruas-ruas tulang belakang.

1.1.1   Struktur Tulang
Tulang terdiri dari sel-sel dan matriks ekstraseluler. Sel-sel tersebut adalah osteosit, osteoblas dan osteoklas.
Matriks tulang tersusun dari serat-serat kolagen organik yang tertanam pada substansi dasar dan garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium.
a.    Substansi dasar tulang terdiri dari sejenis proteoglikan yang tersusun terutama dari kondroitin sulfat dan sejumlah kecil asam hialuronat yang bersenyawa dengan protein.
b.    Garam-garam tulang berada dalam bentuk kristal kalsium fosfat yang disebut hidroksiapatit dengan rumus molekul 3Ca3(PO4)2●Ca(OH)2. 

Persenyawaan antara kolagen dan kristal hidroksiapatit bertanggungjawab atas daya regang dan daya tekan tulang yang besar. Cara penyusunan tulang serupa dengan pembuatan palang beton: serat-serat kolagen seperti batang –batang baja pada beton; garam-garam tulang sama seperti semen, pasir, dan batu pada beton tersebut.







1.1.1   Pertumbuhan dan Metabolisme
Osteogenesis (pertumbuhan dan perkembangan tulang) merupakan suatu proses pembentukan tulang dalam tubuh. Karena adanya matriksyang keras dalam tulang, maka pertumbuhan interstisial (dari dalam), seperti yang terjadi pada kartilago, tidak mungkin terjadi dan tulang terbentuk melalui penggantian jaringan yang sudah ada. Ada dua jenis pembentukan tulang yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral (intrakartilago).
a.    Osifikasi intramembranosa terjadi secara langsung dalam jaringan mesenkimmjanin dan melibatkan proses penggantian membran (mesenkim) yang sudah ada. Proses ini banyak terjadi pada tulang pipih tengkorak disebut sebagai “tulang membran”. 
b. Osifikasi endokondral terjadi melalui penggantian model kartilago. Sebagian besar tulang rangka terbentuk melalui proses ini, yang terjadi dalam model kartilago hialin kecil pada janin.



1.1.1   Penyembuhan Tulang
Sel dan matriks tulang tidak mampu memperbaiki diri sendiri secara langsung tanpa bantuan dari jaringan yang berhubungan. Perbaikan hampir dimulai bersamaan dengan saat terjadinya cedera.
a.    Jika tulang mengalami fraktur, reaksi pertama adalah pembentukan hematoma (gumpalan darah yang besar). Pembuluh darah pada area cedera mengalami hemoragi dan pembekuan.
b.    Hematoma kemudian diinvasi dengan cara meregenerasi pembuluh darah, osteoblas dan osteoklas dari periosteum dan endosteum.
1)      Makrofag dalam darah mengeluarkan bekuan dan fragmen jaringan mati (debris)
2)      Osteoblas mengeluarkan matriks tulang yang rusak.
c.    Pembelahan sel yang cepat dari periosteum dan endosteum mengisi dan mengelilingi fraktur serta membentuk kalus eksternal (melingkari cedera) dan kalus internal (dalam rongga sumsum tulang) kartilago hialin.
d.   Fraktur kemudian diperbaiki melalui proses osifikasi endokondrial dan osifikasi intramembranosa yang berlangsung pada fragmen kartilago kecil dalam kalus eksternal dan internal.
e.    Kalus tulang yang terbentuk kemudian mengalami reorganisasi dan diganti dengan tulang lamela kompak. 
Dengan demikian, tulang sembuh dan kembali ke struktur tulang aslinya.



1.1    Sistem Persendian
Suatu artikulasi, atau persendian, terjadi saat permukaan dari dua tulang bertemu, adanya pergerakan atau tidak bergantung pada sambungannya. Persendian dapat diklasifikasi menurut struktur dan menurut fungsi persendian.
1.1.1   Klasifikasi Struktural Persendian
a.    Persendian fibrosa tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa.
b.    Persendian kartilago tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago.
c.    Persendian sinovial memiliki rongga sendi dann diperkokoh dengan kapsul dan ligamen artikular yang membungkusnnya.

1.1.2   Klasifikasi Fungsional Persendian
a.    Sendi sinartrosis atau sendi mati.
1)      Sutura adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat dan hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Contoh sutura adalah sutura sagital dan sutura parietal.
2)      Sinkondrosis adalah sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Salah satu contohnya adalah lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang seorang anak. Saat sinkondrosis sementara berosifikasi, maka bagian tersebut dinamakan sinostosis.
b.    Amfiartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan sebagai respons terhadap torsi dan kompresi.
1)      Simfisis adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago, yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh simfisis adalah simfisis pubis antara tulang-tulang pubis dan diskus intervertebralis antar badan vertebra yang berdekatan.  
2.) Sindesmosis terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Contoh sindesmosis dapat ditemukan pada tulang yang terletak bersisian dan dihubungkan dengan membran interoseus, seperti pada tulang radius dan ulna, serts tibia dan fibula. 
c. Diartrosis adalah sendi yang dapat bergerak bebas, disebut juga sendi sinovial. Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinovial, suatu kapsul sendi (artikular) yang menyambung kedua tulang, dan ujung tulang pada sendi sinovial dilapisi kartilago artikular.


1.1.1   Klasifikasi Persendian Sinovial
a.    Sendi sferoidal terdiri dari sebuah tulang dengan kepala berbentuk bulat yang masuk dengan pas ke dalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. Memungkinkan rentang gerak yang lebih besar, menuju ke tiga arah. Contoh sendi sferoidal adalah sendi panggul serta sendi bahu.
b.    Sendi engsel. Sendi ini memungkinkan gerakan kesatu arah saja dan dikenal sebagai sendi uniaksial. Contohnya adalah persendian pada lutut dan siku.
c.    Sendi kisar (pivot joint). Sendi ini merupakan sendi uniaksial yang memungkinkan terjadinya rotasi disekitar aksial sentral, misalnya persendian tempat tulang atlas berotasi di sekitar prosesus odontoid aksis.
d.   Persendian kondiloid. Sendi ini merupakan sendi biaksial, yang memungkinkan gerakan kedua arah disudut kanan setiap tulang. Contohnya adalah sendi antara tulang radius dan tulang karpal.
e.    Sendi pelana. Persendian ini adalah sendi kondiloid yang termodifikasi sehingga memungkinkan gerakan yang sama. Contohnya adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. 
f.  Sendi peluru. Sedikit gerakan ke segala arah mungkin terjadi dalam batas prosesus atau ligamen yang membungkus persendian. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksial; misalnya persendian invertebrata dan persendian antar tulang-tulang karpal dan tulang-tulang tarsal.

 
1.1.1   Pergerakan pada Sendi Sinovial
Merupakan hasil kerja otot rangka yang melekat pada tulang-tulang yang membentuk artikulasi. Otot tersebut memberikan tenaga, tulang berfungsi sebagai pengungkit dan sendi berfungsi sebagai penumpu.
a.       Fleksi adalah gerakan yang memperkecil sudut antara dua tulang atau dua bagian tubuh, seperti saat menekuk siku (menggerakkan lengan ke arah depan), menekuk lutut (menggerakkan tungkai ke arah belakang)
b.      Ekstensi adalah gerakan yang memperbesar sudut antara dua tulang atau dua bagian tubuh.
c.       Abduksi adalah gerakan bagian tubuh menjauhi garis tengah tubuh, seperti saat lengan berabduksi atau menjauhi aksis longitudinal tungkai, seperti gerakan abduksi jari tangan dan jari kaki.
d.      Aduksi, kebalikan dari abduksi adalah gerakan bagian tubuh saat kembali ke aksis utama tubuh atau aksis longitudinal tungkai.
e.       Rotasi adalah gerakan tulang yang berputar di sekitar aksis pusat tulang itu sendiri tanpa mengalami dislokasi lateral, seperti saat menggelengkan kepala untuk menyatakan “tidak’.
f.       Sirkumduksi adalah kombinasi dari semua gerakan angular an berputar untuk membuat ruang berbentuk kerucut seperti saat mengayunkan lengan membentuk putaran. Gerakan seperti ini dapat berlangsung pada persendian panggul, bahu, trunkus, pergelangan tangan dan persendian lutut.
g.      Inversi adalah gerakan sendi pergerakan kaki yang memungkinkan telapak kaki menghadap ke dalam atau ke arah medial.
h.      Eversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak kaki menghadap ke arah luar.
i.        Protraksi adalah memajukan bagian tubuh, seperti saat menonjolkan rahang bawah ke depan, atau memfleksi girdel pektoral ke arah depan.
j.        Retraksi adalah gerakan menarik bagian tubuh ke arah belakang, seperti saat meretraksi mandibula.
k.      Elevasi adalah pergerakan struktur ke arah superoir , seperti saat mengatupkan mulut (mengelevasi mandibula). 
l.   Depresi adalah menggerakkan suatu struktur ke arah inferior, seperti saat membuka mulut.


 
DAFTAR PUSTAKA
Slem. 2009. Tulang Rangka Manusia. http://slemgaul.wordpress.com/2009/12/10/klasifikasi-hewan/ diakses tanggal 13 September 2012 pukul 19 : 19
Santiago, Mary. 2011. Daftar Nama Jenis/Macam Tulang-tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia. http://organisasi.org/daftar-nama-jenis-macam-tulang-tulang-penyusun-rangka-tubuh-manusia diakses tanggal 13 September 2012 pukul 19 : 23
Sloan, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta : EGC
Syamsuri, Istamar. 2007. Biologi untuk SMA kelas XI Semester 1 2A. Jakarta : Erlangga.