Rabu, 14 Desember 2011

ANATOMI & FISIOLOGI SISTEM PERSYARAFAN


ANATOMI, FISIOLOGI DAN MEKANISME SISTEM PERSYARAFAN SECARA UMUM

1.1        Antomi dan Fisiologi Organisasi, Sel dan Impuls Syaraf
1.1.1  Pendahuluan
System Saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Dalam mekanisme system saraf, lingkungan internal dan stimulus eksternal dipantau dan diatur. Kemampuan khusus seperti iritabilitas, atau sensitivitas terhadap stimulus, dan konduktivitas, atau kemampuan untuk mentransmisi suatu respons terhadap stimulasi, diatur oleh system saraf dalam tiga cara
a.       Input sensori. System saraf menerima sensasi atau stimulus melalui reseptor, yang terletak di tubuh baik secara eksternal (reseptor somatic) maupun internal (reseptor visceral)
b.      Aktivitas integrative. Reseptor mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang saraf sampai ke otak dan medulla spinalis, yang kemudian akan menginterpretasi dan mengintegrasi stimulus, sehingga respons terhadap informasi bisa terjadi.
c.       Output motorik. Impuls dari otak dan medulla spinalis memperoleh respons yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh, yang disebut sebagai efektor.

1.1.2  Sel-sel pada Sistem Syaraf
Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.
Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
a.       Struktur sel saraf
Sistem saraf yang terdapat pada tubuh manusia terdiri atas unit-unit terkecil yang disebut neuron (sel saraf). Neuron yang terdapat dalam tubuh manusia jumlahnya trilyunan. Neuron adalah sel yang mempunyai kemampuan menerima impuls dan menghantarkan impuls. Neuron sel-selnya tidak mengalami pembelahan sel sehingga jika sudah mati atau rusak neuron tidak dapat diganti.
Setiap neuron terdiri atas tiga bagian yaitu badan sel, dendrit, dan akson.
1.      Badan Sel
Badan sel terdiri dari inti sel (nukleus), anak inti sel (nukleolus) dan sitoplasma yang mengandung substansi kromatik yaitu badan Nissl serta serabut halus pada badan neuron yang disebut neurofibril. Badan Nissl akan tampak jika dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron seperti retikulum endoplasma granuler yang tersusun sejajar antara yang satu dengan yang lain.


 












2.      Serabut Saraf
a.)    Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel.Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkanrangsangan ke badan sel
b.)    Neurit/Akson
Akson atau neurit yaitu juluran atau serabut panjang dari badan sel, dan berfungsi untuk menghantarkan impuls dari badan sel menuju ujung akson. Serabut akson yang tipis dengan bentuk panjang di dalamnya terdapat mitokondria, neurofibril tetapi tidak terdapat badan Nissl sehingga tidak terlibat dalam sintesis protein.
3.      Selubung Mielin
Lapisan lemak di luar akson yang merupakan kumpulan sel Schwann, fungsinya untuk melindungi akson dan memberi nutrisi.








4.      Sel Schwann
Sel yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf myelin. Membrane plasmanya disebut neurilemma.
5.      Nodus Ranvier
Akson yang tidak terbungkus myelin. Fungsinya adalah mempercepat penghantaran impuls.

b.      Macam-macam Sel Saraf
1.      Berdasarkan Fungsinya
a.)  Neuron sensorik
Neuron sensorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke otak atau sumsum tulang belakang. Oleh karena itu neuron ini disebut juga neuron indera karena dendrit neuron ini berhubungan dengan alat indera untuk menerima impuls sedangkan aksonnya berhubungan dengan neuron lain.
b.)    Saraf motorik/ eferen
Neuron motorik merupakan sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor (otot atau kelenjar dalam tubuh). Neuron ini disebut neuron penggerak karena neuron motorik dendritnya berhubungan dengan akson lain sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar.


 







c.)    Saraf Asosiasi/interneuron
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.

2.      Berdasarkan Strukturnya
a.)    Neuron Unipolar
Hanya mempunyai satu cabang pada badan sel sarafnya. selanjutnya cabang akan terbelah dua sehingga bentuk dari neuron unipolar akan menyerupai huruf “T”. Satu sebagai dendrit, sementara yang lain sebagai akson. Neuron unipolar pada umumnya merupakan neuron sensory
b.)    Neuron Bipolar
Mempunyai dua cabang pada badan sel sarafnya di sisi yang saling berlawanan. Satu berperan sebagai dendrit, sementara yang lain berperan sebagai akson. Sel saraf neuron bipolar mempunyai bentuk yang agak lonjong/elips. Neuron bipolar pada umumnya merupakan neuron intermediet


 







c.)    Neuron Multipolar
Jenis sel saraf yang paling umum dan paling banyak ditemui. Dendrit lebih dari satu, namun hanya memiliki sebuah akson, berbentuk multigonal. Pada umumnya berfungsi sebagai motoneuron lain dari tubuh, seperti otot, kulit, ataupun kelenjar.

1.1.3  Impuls Syaraf
Sel-sel di dalam tubuh dapat memiliki potensial membran akibat adanya distribusi tidak merata dan perbedaan permeabilitas dari Na+, K+, dan anion besar intrasel. Potensial istirahat merupakan potensial membran konstan ketika sel yang dapat tereksitasi tidak memperlihatkan potensial cepat. Sel saraf dan otot merupakan jaringan yang dapat tereksitasi karena dapat mengubah permeabilitas membran sehingga mengalami perubahan potensial membran sementara jika tereksitasi. Ada dua macam perubahan potensial membran:
a.       Potensial berjenjang yakni sinyal jarak dekat yang cepat menghilang. Potensial berjenjang bersifat lokal yang terjadi dalam berbagai derajat. Potensial ini dipengaruhi oleh semakin kuatnya kejadian pencetus dan semakin besarnya potensial berjenjang yang terjadi. Kejadian pencetus dapat berupa:
1.      Stimulus
2.      Interaksi ligan-reseptor permukaan sel saraf dan otot
3.      Perubahan potensial yang spontan (akibat ketidakseimbangan siklus pengeluaran pemasukan/ kebocoran-pemompaan)
Apabila potensial berjenjang secara lokal terjadi pada membran sel saraf atau otot, terdapat potensial berbeda di daerah tersebut. Arus (secara pasif )mengalir antara daerah yang terlibat dan daerah di sekitarnya (di dalam maupun di luar membran). Potensial berjenjang dapat menimbulkan potensial aksi jika potensial di daerah trigger zone di atas ambang. Sedangkan jika potensial di bawah ambang tidak akan memicu potensial aksi.
Daerah-daerah di jaringan tempat terjadinya potensial berjenjang tidak mempunyai bahan insulator sehingga terjadi kebocoran arus dari daerah aktif membran ke cairan ekstrasel (CES) sehingga potensial semakin jauh semakin berkurang. Contoh potensial berjenjang:
1.      Potensial pasca sinaps
2.      Potensial reseptor
3.      Potensial end-plate
4.      Potensial alat pacu
b.      Potensial aksi merupakan pembalikan cepat potensial membran akibat perubahan permeabilitas membran. Potensial aksi berfungsi sebagai sinyal jarak jauh. Selama potensial aksi, depolarisasi membran ke potensial ambang menyebabkan serangkaian perubahan permeabilitas akibat perubahan konformasi saluran-saluran gerbang-voltase. Perubahan permeabilitas ini menyebabkan pembalikan potensial membran secara singkat, dengan influks Na+ (fase naik; dari -70 mV ke +30 mV) dan efluks K+ (fase turun: dari puncak ke potensial istirahat). Sebelum kembali istirahat, potensial aksi menimbulkan potensial aksi baru yang identik di dekatnya melalui aliran arus sehingga daerah tersebut mencapai ambang. Potensial aksi ini menyebar ke seluruh membran sel tanpa menyebabkan penyusutan. Cara perambatan potensial aksi:
1.      Hantaran oleh aliran arus lokal pada serat tidak bermielin  potensial aksi menyebar di sepanjang membran
2.      Hantaran saltatorik yang lebih cepat di serat bermielin impuls melompati bagian saraf yang diselubungi mielin
1.2        Anatomi dan Fisiologi Sistem Syaraf Pusat dan Sistem Syaraf Perifer
1.2.1  Otak
Otak terletak didalam rongga kranium tengkorak. Otak berkembang dari sebuah tabung yang mulanya memperhatikan tiga gejala pembesaran. otak dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu serebrum, batang otak dan serebellum.
    1. Serebrum (Otak Besar)
Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.  
Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal.
1.      Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
2.      Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
3.      Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.


 










4.      Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.
Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir rasional.
    1. Batang Otak
Batang Otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1.      Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan, gerakan mata, pembesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.
2.      Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol funsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan, dan pencernaan.
3.      Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.
    1. Serebellum
Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.  
Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.

1.2.2  Fungsi Korteks Serebral
    1. Bagian posterior pada masing-masing hamisfer berperan aspek persepsi penglihatan. Bagian lateral atau lobus tempo sebagai pusat pendengaran. Daerah pusat bagian tengah atau posterior, sampai fisura Rollando berkaitan dengan gerak disadari
    2. Daerah bawah dahi yaitu lobus frontal terdapat sekumpulan yang berperan memutuskan sikap emosi dan resposnnya sedalam mengolah pikiran. Kerusakan daerah lobus frontal atau penyakit akan mempengaruhi kepribadian, perilaku, rasa, pengendalian diri dan motivasi seseorang.

1.2.3  Batang Otak
Batang otak merupakan struktur pada bagian posterior (belakang) otak. Batang otak merupakan sebutan untuk kesatuan dari tiga struktur yaitu medulla oblongata, pons dan mesencephalon (otak tengah).
Pada gerak volunter, batang otak merupakan jalur yang dilalui impuls rangsang sebelum mencapai cerebrum. Impuls rangsang dihantarkan oleh traktus ascendentes (serat-serat saraf yang menghantarkan impuls ke otak) untuk diolah di otak, lalu impuls respons dihantarkan oleh traktus descendentes (serat-serat saraf yang menghantarkan impuls menjauhi otak). Pada perbatasan antara batang otak dan medulla spinalis terjadi deccusatio (penyilangan) serat-serat kortikospinal (serat-serat saraf descendentes dari cerebrum ke medulla spinalis). Serat-serat kortokospinal dari otak kiri menyilang ke bagian kanan medulla spinalis dan serat dari otak kanan menyilang ke bagian kiri. Penyilangan ini menyebabkan bagian tubuh kanan di kendalikan oleh otak kiri dan bagian tubuh kiri dikendalikan oleh otak kanan.

Batang otak merupakan tempat melekatnya seluruh saraf kranial, kecuali saraf I dan II yang menempel pada cerebrum (otak besar)

1.2.4  Sirkulasi Serebral
Sirkulasi serebral menerima kira-kira 20% dari curah jantung atau 750 ml per menit. Sirkulasi ini sangat dibutuhkan karena otak tidak menyimpan makanan, sementara kebutuhan metabolismenya tinggi. Aliran darah otak unit karena melawan gravitasi. Darah arteri mengalir dari bawah dan darah vena mengalir dari atas. Kurangnya penambahan aliran darah kolateral dapat menyebabkan jaringan rusak secara permanent (irreversible); ini berbeda dengan organ tubuh lainnya yang cepat menoleransi bila aliran darah menurun karena aliran kolateralnya adekuat.
a.       Arteri
Otak diperdarahi oleh dua arteri karotis interna dan dua arteri vertebralis. Dengan kata lain, daerah arteri yang disuplai ke otak berasal dari dua arteri karotis interna dan dua arteri vertebralis serta meluas ke system percabangan. Karotis interna dibentuk dari percabangan dua karotis dan memberikan sirkulasi darah ke otak bagian anterior.

b.      Sirkulasi Willisi
Pada dasar otak di sekitar kelenjar hipofisis terdapat sebuah lingkaran arteri terbentuk di antara rangkaian arteri karotis interna dan arteri vertebralis. Lingkaran ini disebut siklus willisi yang dibentuk dari cabang-cabang arteri karotis interna, arteri serebral anterior dan erteri serebral bagian tengah, dan arteri penghubung anterior dan posterior. Aliran darah dari siklus Willisi seara langsung memengaruhi sirkulasi anterior dan posterior serebral, arteri-arteri pada siklus Willisi memberi jalur alternative pada aliran darah jika salah satu peran arteri mayor tersumbar. Anastomosis arterial sepanjang siklus Willisi merupakan daerah yang sering mengalami aneurisma, yang bisasnya bersifat konginetal


 










c.       Vena
Aliran vena untuk otak tidak menyertai sirkulaso arteri sebagaimana pada struktur organ lain. Vena-vena pada otak menjangkau daerah otak dan bergabung menjadi vena-vena besar. Persilangan pada subaraknoi dan pengosongan sinus dural yang luas sapat mempengaruhi vascular yang terbentang dalam dura mater yang kuat. Jaringan kerja pada sinus-sinus membawa vena keluar dari otak dan menyebabkan pengosongan vena jugularis interna menuju system sirkulasi pusat. Vena-vena serebri bersifat unik, karena vena-vena ini tidak seperti vena-vena lain. Vena-vena serebri tidak berkatup sehingga tidak dapat mencegah aliran darah balik

1.2.5  Barier Darah Otak
System saraf pusat tidak dapat ditembs beberapa zat yang ada pada sirkulasi darah (misalnya zat warna, obat-obatan, antibiotic). Setelah disuntikkan ke dalam aliran darah, zat-zat ini tidak dapat menjangkau neuron-neuron SSP. System ini disebut dengan barier darah otak. Sel-sel endotel pada kapiler-kapiler otak membentuk pertautan yang kuat sehingga tercipta barier terhadap molekul nakro dan gabungan beberapa zat. Barier terhadap molekul besar yang masuk ke dalam cairan cerebrospinal (CSS) disebabkan oleh rendahnya permeabilitas terhadap sel-sel yang keluar pada pleksus koroid. Semua zat yang masuk ke dalam CSS ini harus disaring melalui membrane kapiler pleksus koroid. Apabila terjadi trauma, edema serebri dan hipoksema serebri maka dengan adanya barier darah otak perlu dilakukan pemilihan obat-obatan yang dapat mempengaruhi SSP.

1.2.6  Cairan Cerebrospinal
Merupakan cairan yang bersih dan tidak berwarna dengan berat jenis 1,007. diproduksi didalam ventrikel dan bersirkulasi disekitar otak dan medulla spinalis melalui sistem ventricular. Cairan CSS diproduksi di pleksus koroid pada ventrikel lateral ketiga dan keempat, secara organik dan non organik cairan CSS sama dengan plasma tetapi mempunyai perbedaan konsenterasi. CSS mengandung protein, glokosa dan klorida, serta immunoglobulin. Secara normal CSS hanya mengandung sel darah putih yang sedikit dan tidak mengandung sel darah merah. Cairan CSS didalam tubuh diserap oleh villiarakhnoid.

1.2.7  Medula Spinalis
Medula spinalis merupakan perpanjangan medula oblongata ke arah kaudal di dalam kanalis vertebralis mulai setinggi cornu vertebralis cervicalis I memanjang hingga setinggi cornu vertebralis lumbalis I - II. Terdiri dari 31 segmen yang setiap segmennya terdiri dari satu pasang saraf spinal. Dari medula spinalis bagian cervical keluar 8 pasang , dari bagian thorakal 12 pasang, dari bagian lumbal 5 pasang dan dari bagian sakral 5 pasang serta dari coxigeus keluar 1 pasang saraf spinalis. Seperti halnya otak, medula spinalispun terbungkus oleh selaput  meninges yang berfungsi melindungi saraf spinal dari benturan atau cedera.
Gambaran penampang medula spinalis memperlihatkan bagian-bagian substansia grissea dan substansia alba. Substansia grisea ini mengelilingi canalis centralis sehingga membentuk columna dorsalis, columna lateralis dan columna ventralis. Massa grisea dikelilingi oleh substansia alba atau badan putih yang mengandung serabut-serabut saraf yang diselubungi oleh myelin. Substansi alba berisi berkas-berkas saraf yang membawa impuls sensorik dari SST menuju SSP dan impuls motorik dari SSP menuju SST. Substansia grisea berfungsi sebagai pusat koordinasi refleks yang berpusat di medula spinalis.Disepanjang medulla spinalis terdapat jaras saraf yang berjalan dari medula spinalis menuju otak yang disebut sebagai jaras acenden dan dari otak menuju medula spinalis yang disebut sebagai jaras desenden. Subsatansia alba berisi berkas-berkas saraf yang berfungsi membawa impuls sensorik dari sistem tepi saraf tepi ke otak dan impuls motorik dari otak ke saraf tepi. Substansia grisea berfungsi sebagai pusat koordinasi refleks yang berpusat dimeudla spinalis.
Refleks-refleks yang berpusat di sistem saraf puast yang bukan medula spinalis, pusat koordinasinya tidak di substansia grisea medula spinalis. Pada umumnya penghantaran impuls sensorik di substansia alba medula spinalis berjalan menyilang garis tenga. ImPuls sensorik dari tubuh sisi kiri akan dihantarkan ke otak sisi kanan dan sebaliknya. Demikian juga dengan impuls motorik. Seluruh impuls motorik dari otak yang dihantarkan ke saraf tepi melalui medula spinalis akan menyilang.
Salah satu fungsi medula spinalis sebagai sistem saraf pusat adalah sebagai pusat refleks. Fungsi tersebut diselenggarakan oleh substansia grisea medula spinalis. Refleks adalah jawaban individu terhadap rangsang, melindungi tubuh terhadap pelbagai perubahan yang terjadi baik dilingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. Kegiatan refleks  terjadi melalui suatu jalur tertentu yang disebut lengkung refleks


 

















Fungsi medula spinalis
a.   Pusat gerakan otot tubuh terbesar yaitu dikornu motorik atau kornu ventralis.
b.   Mengurus kegiatan refleks spinalis dan refleks tungkai
c.   Menghantarkan rangsangan koordinasi otot dan sendi menuju cerebellum
d.   Mengadakan komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh.
Lengkung refleks
a.       Reseptor: penerima rangsang
b.      Aferen: sel saraf yang mengantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat (ke pusat refleks)
c.       Pusat refleks : area di sistem saraf pusat (di medula spinalis: substansia grisea), tempat terjadinya sinap ((hubungan antara neuron dengan neuron dimana terjadi pemindahan /penerusan impuls)
d.      Eferen: sel saraf yang membawa impuls dari pusat refleks ke sel efektor. Bila sel efektornya berupa otot, maka eferen disebut juga neuron motorik (sel saraf /penggerak)
e.       Efektor: sel tubuh yang memberikan jawaban terakhir sebagai jawaban refleks. Dapat berupa sel otot (otot jantung, otot polos atau otot rangka), sel kelenjar.

1.2.8  Sistem Motorik dan Sensori
a.       System motorik
Sel saraf motorik merupakan bagian dari struktur dan fungsi sistem saraf yang berfungsi Mengirim implus dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motorik berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang. Bisa dilihat dalam gambar berikut.Mekanisme penghantaran informasi antara reseptor dengan sistem saraf pusat terjadi melalui proses penghantaran impuls dengan kode irama dan frekuensi tertentu. saraf eferen di sebut sebagai saraf motorik terdiri dari dua bagian yaitu saraf motorik somatik dan saraf somatik autonom
b.      System sensori
1.      Talamus
Talamus sebagian besar berfungsi sebagai pusat penerima dan pengirim saraf saraf sensorik aferen yang berada dalam fosa bagian tengah otak.selanjutnya terbentang pada ventrikel ketiga,yang mementuk dinding lateral dan lantai ventrikel lateral.struktur ini juga berada dekat dengan basal ganglia dan kapsula internal.
2.      Jaras sensorik
Transmisi implus sensorik dari titik asal menuju serebral melibatkan tiga jalur neuron dimana ketiga jaras mayor  ini dilalui oleh sensasi dan bergantung pada tipe sensasi yang ada.pengetahuan spesifik pada bagian ini penting dalam meneapkan diagnosis  neurologis lokasi otak  yang tepat dan yang tidak dapat dilalui implus serta rangkaian lesi lesi pada klien.

1.2.9  Sistem Syaraf Otonom


 










Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis.
Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.


Lampiran



DAFATAR PUSTAKA

Administrator. 2009. Sistem Saraf pada Manusia. http://tamayuitsuki.comyr.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62:sistemsarafpadamanusia&catid=60:biologi&Itemid=75 diakses tanggal 23 September 2011 pukul 1 : 06 pm)
Adriutami. 2010. Sel Saraf (Neuron). http://adriautami.wordpress.com/tag/badan-sel/ diakses tenggal 23 September 2011 pukul 1 : 10 pm)
Batticaca, B. 2008. Asuhan KeperawatanDengan Gangguan Sistem Persyarafan. Jakarta: Salemba Medika
Ethel , Sloane. 2003 . Anatomi dan Fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC
Medicinesia. 2011. Mekanisme Impuls Saraf. http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/neurosains/mekanisme-impuls-saraf/ diakses tanggal 23 September 2011 pukul 1 : 19 pm).